Grebeg Suro: Ungkapan Rasa Syukur Atas Melimpahnya Hasil Bumi Di Desa Andonosari
Grebeg-suro:-ungkapan-rasa-syukur-atas-melimpahnya-hasil-bumi-di-desa-andonosari-202407220854
Deskripsi :
Grebeg Suro merupakan acara tradisi budaya untuk memperingati tahun baru Islam. Perayaan Grebeg Suro (16/7/2024) telah diadakan di Dusun Krajan I, Desa Andonosari, Pasuruan. Grebeg Suro pada Dusun Krajan I diperingati setiap tanggal 10 Muharram dikarenakan 10 Muharram dipercaya oleh warga setempat sebagai hari paling baik pada bulan tersebut. Masyarakat Jawa memiliki berbagai tradisi malam satu Suro yang berbeda. Pada Keraton Yogyakarta terdapat pagelaran ritual i>Topo Bisu Lampah Mubeng Benteng./i> Sementara itu, di Solo, tepatnya di Keraton Kasunan, terdapat kirab disertai dengan pagelaran pusaka keraton./Tradisi Grebeg Suro yang diselenggarakan di Dusun Krajan I Desa Andonosari dihadiri oleh sekitar seratus orang, mencakup tokoh agama, perangkat desa, pemuda, tokoh masyarakat, dan warga desa. Tradisi Grebeg Suro ini dilakukan secara turun-temurun untuk menyambut datangnya Bulan Muharram. Grebeg Suro dalam kalender Jawa bertepatan dengan tanggal 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Kata "Suro" berasal dari kata “i>Asyura/i>” dalam bahasa Arab yang berarti “sepuluh” atau tanggal 10 bulan Muharram./Grebeg Suro bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap hasil bumi yang melimpah serta mempererat hubungan silaturahmi antar warga desa. Acara Grebeg suro di Desa Andonosari ini dipelopori oleh pemuda AKSI (Arek-Arek Krajan Siji). AKSI merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang dibentuk oleh masyarakat Dusun Krajan I sebagai wadah generasi muda untuk mengembangkan diri, wadah tersalurkannya aspirasi warga, dan sebagai penggerak suatu acara desa. Puncak dari acara Grebeg Suro berupa arak-arakan menggunakan tumpeng sebagai sedekah bumi. Sebelum arak-arakan mengelilingi kampung, terdapat acara pengajian di mushola. Kegiatan terakhir untuk menutup Grebeg Suro yaitu i>istighosah/i> yang diselenggarakan di mushola sekitar jam 8 malam. /Grebeg suro tempo hari diadakan di pertigaan jalan di depan mushola karena berada di tengah-tengah dusun yang luas sehingga memudahkan masyarakat berkumpul, seperti yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Krajan 1 yang menggelar Grebeg Suro di jalan desa. Warga perempuan yang mengikuti arak-arakan mengenakan pakaian warna hitam, sebaliknya bagi yang laki-laki mengenakan pakaian warna putih. Dalam perayaan tersebut, baik warga perempuan maupun laki-laki membawa obor./ /Pada acara arak-arakan terdapat tumpeng yang berisi hasil bumi yang biasa disebut dengan i>polo pendem/i>. Tumpeng tersebut berisi segala sesuatu hasil pertanian yang dipendam berupa singkong, ubi, kentang, tomat, terong, dan beberapa sayuran lainnya. Filosofi adanya tumpeng tersebut sebagai hasil bumi yang dimanfaatkan oleh manusia untuk kehidupan sehari-hari. Terdapat juga jenang Suro yang berisi bubur, kacang, telur, daun salam, dan santan. Pada jenang Suro terdapat tujuh jenis kacang yang terdiri dari kacang tanah, kacang kedelai, kacang hijau, kacang mede, dan beberapa kacang lainnya yang bermakna sebagai tujuh hari dalam satu minggu, sehingga menyantap jenang Suro menjadi do’a agar masyarakat selalu diberi berkah dan kelancaran dalam hidup setiap harinya. Jenang Suro berfungsi sebagai i>ubarampe/i> yang berarti alat untuk memaknai datangnya malam sepuluh Suro. Jenang tersebut merupakan refleksi dari masyarakat Jawa atas berkah dan rezeki yang diberikan Allah SWT kepada mereka. Jenang suro juga digunakan untuk memperingati hari ketika Nabi Nuh selamat setelah 40 hari mengarungi banjir besar./“Harapan untuk kegiatan 1 Suro semoga lebih berkah hasil buminya dengan adanya sedekah bumi berupa tumpeng yang berisi sayuran, serta masyarakat agar lebih kompak dan lebih berkomitmen” ujar Arif Lukman Huda, selaku ketua AKSI./Selain itu, Sugeng Dwi Ananto menjelaskan harapannya terhadap Desa Andonosari agar tercapainya target wisata Andonosari, berkembangnya wisata Desa Andonosari, serta dilestarikannya i>Sejati Sarah Budaya/i> untuk menarik wisatawan yang datang ke Andonosari./Dengan demikian, adanya acara Grebeg Suro dapat melestarikan tradisi budaya dan mempererat silaturahmi antar warga. Acara ini patut dilaksanakan setiap tahunnya. Mengingat antusiasme warga yang cukup tinggi, diharapkan tradisi budaya ini dapat dirayakan dengan lebih meriah dan dapat diteruskan oleh generasi selanjutnya sehingga tidak hilang tertelan globalisasi./
Berita Populer
Dalam rangka JEBOL (Jemput Bola) pelayanan identitas kependu ...
Pada tanggal 25 Agustus 2024 seluruh masyarakat desa Andonos ...
Pada tanggal 12 September 2024 pemerintahan desa Andonosari ...
Pada tanggal 11 September 2024 telah terlaksana friendly mat ...
Desa Andonosari kehadiran tamu dari desa Tambakrejo kecamata ...